Sejarah Singkat

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin dibuka pada tanggal 11 Desember 1960 dengan nama Fakultas Sastra dan Filsafat. Dalam perkembangan kemudian berubah nama menjadi Fakultas Sastra berdasarkan SK Menteri Pendidikan PP dan K Nomor: 102248/UU/1960, yang merupakan fakultas kelima dalam lingkup Universitas Hasanuddin setelah Fakultas Ekonomi (1950), Fakultas Hukum (1952), Fakultas Kedokteran (1956), dan Fakultas Teknik (1960). Berdasarkan PP RI No. 53 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Hasanuddin, Fakultas Sastra berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin mengemban tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat), dengan membina bidang studi ilmu bahasa, sastra, dan budaya. Fakultas Ilmu Budaya mengintegrasikan ketiga bidang ilmu tersebut ke dalam 9 Departemen, yakni Departemen Sastra Indonesia,  Departemen Sastra Inggris, Departemen Sastra Asia Barat, Departemen Sastra Barat Roman, Departemen Sastra Daerah, Departemen Ilmu Sejarah, Departemen Arkeologi, Departemen Sastra Jepang, dan Departemen Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, empat program studi magister, yaitu: Prodi S2 Bahasa Indonesia, Prodi S2 Linguistik, Prodi S2 Bahasa Inggris, Prodi S2 Arkeologi, dan satu program studi doktor, yaitu Prodi S3 Linguistik.

Perubahan naman menjadi Fakultas Ilmu Budaya, sebagai upaya untuk mentransformasi menjadi lebih luas ranah keilmuan dan lingkup kajiannya yang bertujuan untuk :

  1. Menggali dan mengkaji nilai-nilai budaya dan mentransformasikannya menjadi spirit pembangunan bangsa.
  2. Membina dan mengembangkan pendidikan ilmu pengetahuan budaya yang dapat menyangga pendidikan nasional.
  3. Menghasilkan lulusan yang berkemampuan akademik dan profesional dalam menangani pelbagai masalah kebudayaan.

Sejak berdirinya Fakultas Ilmu Budaya, telah menghasilkan sejumlah karya monumental berupa buku-buku dan buah pikiran dari para tokoh-tokohnya, diantaranya Prof. Dr. Mattulada, Prof. Dr. Husen Abas, Prof. Dr. Soewondo, Prof. Dr. A. Rahman Rahim, Prof. Dr. Najamuddin, Prof. Dr. Salombe, Prof. Dra. Marrang Paranoan, MS, dan Prof. Dr. Abd. Kadir Manyambeang. Selain itu, alumni yang dihasilkan telah tersebar di pelbagai penjuru negeri mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.