Fakultas Ilmu Budaya Unhas juga menyediakan laboratorium untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Terdapat empat laboratorium, yaitu: (1) Laboratorium Arkeologi, (2) Laboratorium Sejarah dan Budaya Sulawesi, (3) Laboratorium Pengembangan Teknologi Pembelajaran, dan (4) Laboratorium Pengembangan Seni dan Kebudayaan Arab. Keempat laboratorium ini masing-masing dikoordinir oleh seorang kepala laboratorium yang di-SK-kan langsung oleh rektor. Berikut perincian keempat laboratorium tersebut:

1. Laboratorium Arkeologi

Kepala Laboratorium: Drs. Iwan Sumantri, M.A., M.Si.

Laboratorium Arkeologi adalah laboratorium yang berada di bawah naungan departemen arkeologi. Laboratorium ini difungsikan sebagai penunjang proses pembelajaran bagi mahasiswa maupun dosen. Laboratorium arkeologi dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai, seperti microscop, peralatan selam, komputer berspesifikasi tinggi, dan lain sebagainya. Berikut perincian fasilitas yang ada di dalam laboratorium arkeologi.

a. Laboratorium pembelajaran

Laboratorium Arkeologi adalah laboratorium yang berada di bawah naungan departemen arkeologi. Laboratorium ini difungsikan sebagai penunjang proses pembelajaran bagi mahasiswa maupun dosen. Laboratorium ini dikelola oleh seorang kepala laboratorium dan seorang laboran. Laboratorium arkeologi dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai, seperti microscop, peralatan selam, komputer berspesifikasi tinggi, dan lain sebagainya. Berikut perincian fasilitas yang ada di dalam laboratorium arkeologi.

b. Penyimpanan dan display artefak

c. Mikroskop

d. Komputer Berspesifikasi Tinggi

e. Alat Selam

 

f. Peralatan dan Perlengkapan Lainnya

 

g. Fasilitas Pembersihan Artefak

2. Laboratorium Sejarah dan Budaya Sulawesi

(website laboratorium sejarah dan budaya sulawesi)

Kepala Laboratorium: Dr. Suriadi Mappangara, M.Hum.

Laboratorium Sejarah dan Budaya Sulawesi adalah laboratorium yang berada di bawah naungan departemen ilmu sejarah. Laboratorium ini difungsikan sebagai penunjang proses pembelajaran bagi mahasiswa maupun dosen. Walaupun saat ini laboratorium sejarah dan budaya sulawesi lebih difungsikan sebagai ruang baca oleh mahasiswa, namun kedepannya akan lebih dikembangkan lagi sebagai wadah tempat dilakukannya riset bagi dosen maupun mahasiswa. Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai, seperti kamera DSLR dan tripod untuk pembuatan film documenter. Selain itu, laboratorium ini juga dilengkapi dengan buku-buku, arsip, dan koleksi numismatik dan filateli. Berikut perincian fasilitas di dalam laboratorium sejarah dan budaya sulawesi:

a. Laboratorium pembelajaran

b. Ruang Baca dengan Sistem Pelayanan berbasis Aplikasi SLIMS 7

c. Koleksi Filateli dan Numismatik

d. Koleksi Arsip

3. Laboratorium Pengembangan Teknologi Pembelajaran

Kepala Laboratorium: Dr. Andi Agussalim, S.S., M.Hum.

Laboratorium Pengembangan Teknologi Pembelajaran adalah laboratorium yang berada di bawah naungan departemen Sastra Asia Barat. Laboratorium ini difungsikan sebagai penunjang proses pembelajaran bagi mahasiswa maupun dosen, terkhusus teknologi komputer. Laboratorium ini dilengkapi dengan komputer desktop All In One berspesifikasi tinggi berjumlah 20 unit. Laboratorium ini juga aktif menghasilkan produk berupa aplikasi komputer yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa.

4. Laboratorium Pengembangan Seni dan Kebudayaan Arab

Kepala Laboratorium: Fadlan Ahmad, S.S., M.Si.

Laboratorium Pengembangan Seni dan Kebudayaan Arab adalah laboratorium yang berada di bawah naungan departemen Sastra Asia Barat. Laboratorium ini difungsikan sebagai penunjang proses pembelajaran bagi mahasiswa maupun dosen. Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan terkait dengan seni dan kebudayaan Arab serta buku-buku. Saat ini, laboratorium ini dalam proses pembenahan, dan telah berpindah ruangan, sehingga ruangan baru belum dapat dipublish. Berikut perincian fasilitasnya:

5. Laboran Fakultas Ilmu Budaya Unhas

Lukman Hakim, S.S.

Keempat laboratorium yang telah diuraikan di atas (Laboratorium Arkeologi, Laboratorium Sejarah dan Budaya Sulawesi, Laboratorium Pengembangan Seni dan Kebudayaan Arab, dan Laboratorium Pengembangan Teknologi Pembelajaran) dikelola oleh seorang laboran yang di-SK-kan langsung oleh rektor. Program laboran FIB Unhas saat ini adalah membenahi hal internal, seperti (1) daftar inventaris peralatan, perlengkapan, alat peraga maupun bahan praktikum, (2) pembuatan database dan pendataan koleksi laboratorium, dan (3) pembuatan sistem manajemen laboratorium. Kemudian, program selanjutnya adalah publikasi laboratorium dengan cara membuat website yang akan menjadi media publikasi. Untuk saat ini, laboratorium yang memiliki website resmi adalah Laboratorium Sejarah dan Budaya.